0 di keranjang

No products in the cart.

Diskon up to 50% segera cek kategori produknya.

Tips dan Trik Menyemai Cabai Berbagai Varietas | Pusat Tanaman

Tips dan Trik Menyemai Cabai Berbagai Varietas

Cabai merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tanaman yang bernama latin Capsicum annuum ini berasal dari negeri Meksiko, Amerika Tengah dan Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Tanaman ini juga memiliki berbagai varietas yang dibudidayakan di Indonesia, yaitu cabai merah besar, cabai merah, cabai keriting, dan lain-lain.

Cabai banyak digemari karena memiliki cita rasa pedas yang kerap digunakan sebagai pelengkap masakan. Selain itu, cabai juga digunakan sebagai pengobatan, terutama mengobati masuk angin. Berkat keunggulan tersebut, harga cabai di pasaran cenderung fluaktif. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang ingin membudidayakan cabai ini.

Proses pembudidayaan yang sukses tidak terlepas dari cara penyemaian yang tepat. Setiap jenis cabai tentunya memiliki ciri khas masing-masing. Untuk itu, tips dan trik menyemai cabai berbagai varietas pun ada pedomannya. Lantas, bagaimana caranya? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Tips dan Trik Menyemai Cabai Berbagai Varietas

  1. Varietas cabai merah besar

Cabai merah besar bisa ditanam di daerah tropis, seperti Indonesia. Cabai jenis ini dapat tumbuh dengan ketinggian 0-100 mdpl. Jika ditanam di atas 500 mdpl biasanya hasil produksinya kurang maksimal. Sebelum menanam cabai merah besar, Anda harus mengetahui karakteristik cabai merah tersebut, agar Anda tahu cara perawatan yang tepat.

Tanaman cabai merah besar dapat tumbuh dengan baik jika mendapatkan sinar matahari kurang lebih 8-10 jam perharinya. Suhu yang bagus untuk bertanam cabai merah besar sekitar 24-28 derajat Celsius. Untuk masalah kelembapan dan PHnya juga harus dijaga. Kelembapan yang bagus sekitar 80% dan PHNya antara 6-7.

Varietas cabai merah besar sangat beragam. Anda bisa memilih varietas yang bisa menghasilkan produksi yang banyak. Salah satu merek yang paling laris di Indonesia adalah PILAR F1. Setiap varietas memiliki keunggulan masing-masing. Anda bisa membeli benih ini di toko pertanian terpercaya untuk menghindari penipuan.

Jika Anda ingin menekan biaya, Anda bisa membuat benih sendiri dengan cara menyeleksi biji buah cabai dari panen sebelumnya. Paling tidak dari hasil panen ke 4 sampai panen ke 6. Untuk hasil panen ke 6 ke atas jangan digunakan lagi karena kualitasnya sudah tidak bagus. Tanaman cabai merah besar biasanya bisa dipanen lebih dari 3 kali. Pada panen pertama sampai ketiga bisanya panen masih sedikit. Baru panen selanjutnya menghasilkan produksi yang lebih banyak.

Jika Anda ingin memilih benih sendiri, pilihlah benih dari tanaman yang kuat dan sehat. Tanaman ini jarang terkena hama penyakit. Bentunya pun sangat sempurna dibandingkan tanaman lainnya. Jika Anda sudah menemukan bibit cabai tersebut, biarkan cabai menua sendiri dan sampai kering di dpohon. Ambil cabai merahnya, potong secara membujur kemudian pisahkan kulit dengan bijinya.

Selanjutnya,  ambillah biji yang terletak di bagian tengah jangan di bagian ujung karena biji di bagian tengah lebih memiliki kualitas yang unggul. Sesudah itu, rendam biji tersebut di dalam air bersih. Jika ada biji yang terapung berarti biji tersebut tidak berkualitas baik. Jadi Anda hanya perlu menggunakan biiji yang tenggelam saja. Setelah itu jemur biji selama 3 hari.

Jenis penyemaian jenis cabai ini sebaiknya menggunakan polybag. Ini dikarenakan jenis cabai merah harganya bisa dibilang mahal, apalagi cabai merah hibrida. Jika tanpa menggunakan polybag, saat biji cabai ditabur dikhawatirkan biji tumbuh dengan saling berhimpitan.

Sehingga tidak semua tanaman dapat dimanfaatkan. Untuk mediannya sendiri gunakan berbagai campuran seperti tanah, arang sekam dan kompos. Beri perbandingan 2:1:1 dari semua bahan tersebut, bila tidak ada arang bisa menggantinya dengan sekam dengan perbandingan 1:1 dan harus diayak terlebih dahulu.

  1. Varietas cabai rawit

Cabai rawit merupakan salah satu jenis cabai yang paling terkenal di Indonesia. Bentuknya kecil, tapi memiliki rasa yang sangat pedas. Selain itu, permintaan pasar terhadap jenis cabai ini pun terus meningkat dari hari ke hari. Jika dibudidayakan, cabai rawit juga memiliki daya tahan banting yang kuat terhadap serangan hama sehingga sangat cocok dijadikan ladang bisnis.

Sebelum membudidayakan cabai rawit, terdapat berbagai hal penting untuk diketahui, yaitu tanaman cabai memerlukan pengairan yang cukup. Apalagi jika ditanam di lahan kering yang justru menyimpan sedikit air, tetapi juga tidak boleh kelebihan air. Pasalnya, tanaman ini sangat rentan terhadap serangan cendawan yang diakibatkan kelembapan tanah yang tinggi.

Salah satu tips untuk tetap menjaga kelembapan tanah yang sesuai bagi cabai rawit adalah mengaplikasikan mulsa di atas permukaan tanah. Mulsa ini memiliki beberapa fungsi yang meliputi: (1) sebagai pelindung tanah dari serangan matahari langsung, (2) mencegah serangan hama dan penyakit yang disebabkan oleh udara, dan (3) mencegah penguapan air berlebih.

Pada proses awal pembudidayaan, tanaman cabai disemai terlebih dahulu dari benihnya. Pilihlah benih yang berkualitas dengan memeriksa perusahaan produsen, ukuran benih yang seragam, tanggal kadaluarsa, dan keterangan varietasnya. Sebelum disemai, rendah terlebih dahulu benih cabai selama satu jam untuk merangsang pertumbuhan kecambah.

Benih yang berkualitas baik akan tenggelam di air. Untuk benih yang terapung bisa Anda buang saja karena benih tersebut tidak layak untuk disemai. Beberapa varietas unggul yang direkomendasikan oleh Kementrian Pertanian RI mencakup Juwita, Dewata, Santika, dan Nirmalia.

Untuk proses penyemaiannya pun cukup mudah, pertama-tama siapkan polybag. Usahakan lokasi polybag terhiindar dari paparan sinar matahari, hujan deras, maupun angin. Sebaiknya, pilihlah polybag berukuran 5×10 cm yang sudah berisi media tanam sebesar ¾. Media tanam ini berisi sampuran arang sekam, kompos, dan tanah dengan perbandingan 1:1:1.

Jangan lupa untuk mengayaknya telbih dahulu. Kemudian, rendam bibit kurang lebih enam jam sebelum proses penyemaian. Setelah direndam, masukkan benih cabai rawit ke dalam polybag dengan kedalaman 0,5 cm dan tutup permukaan dengan media tanam.

Setelah berumur tiga puluh hari sejak proses penyemaian atau lima belas hari sejak pembibitan, maka tanaman cabai rawit perlu dibuatkan ajir dari kayu atau kawat. Hal ini dilakukan untuk menjaga tajuk tanaman agar tetap tegak selama proses pertumbuhan. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman dua kali sehari atau sesuaikan dengan kondisi cuaca.

Apabila tanah sudah terlalu lembap, cukup lakukan pengawasan agar tanah tidak kelebihan air. Sebaliknya, jika tanah terlalu kering, tambahkan lagi proses penyiramannya. Usahakan melakukan penyiangan gulma dengan memerhatikan usia tanaman ini agar nutrisinya tidak diambil oleh tanaman pengganggu.

Pemupukan dapat dilakukan ketika umur tanaman sudah memasuki 60 HST, yaitu umur yang tepat bagi pembudidayaan cabai rawit. Sebaiknya, berikan pupuk organik baik dalam bentuk cair maupun tepung supaya tanaman ini lebih sehat saat dikonsumsi. Pupuk organik bisa Anda buat sendiri dengan mengolah berbagai bahan sisa dapur, seperti sampah organik yang kaya akan kadnungan hara.

Itulah tips dan trik menyemai cabai berbagai varietas yang bisa Anda jadikan referensi untuk membudidayakan cabai sendiri di rumah. Selamat mencoba.